Bekerja Keras Untuk Menata Hidup Masa Depan Yang Lebih Baik.

Mabuk Cinta

by Ranting Lapuk


KasIh.
maafkan aku.
ßila terlalu ßanyak menuangkan seßotol ßesar kasih putihku.
ke dalam cawan kristalmU.
sehingga kau tak sadar kasihku.
Engkau tenggak sampai haßis tak ßersisa.

Tetes demi tetes kasih putih mengalir hingga ke jantung hati.
Memßasahi gersangnya setiap rongga sahara didiri.

aih-aih..
Sudah tak tahan engkau,lalu maßuk terduyun-duyun.
Aduh-duh
Tetapi mengapa dikau yang maßuk,aku yang melayang kepayang..?
Ouh..
Heranku menjelma setangkai mawar yang ku kuntum dißißirmu.
Selengkung senyum,seßait puisi.
kata-katamu menjelma siluet candi. 
ßerderet-deret,tertata anggun diatas awan.
Aku mendengar senandung ßidadari dari semilir kata yg mendesah dimulutmu.

Aach kasih.
kemarilah.
ßersandarlah dißahuku.
ßiar ku peluk kau agar tak jatuh.
dan ßila engkau sudah tak kuasa menahan gelora cinta yang ßerdeßar-deßar di jantungmu.
Pejamkanlah matamu tuk ringankan peningnya rindu yang menggeßu.
Dan ßiarlah ku papah engkau perlahan melewati jalan setapak hatiku.
dimana setiap jejak kita ditumßuhi pohon-pohon anggur rindu.
dimana setiap sisinya mengalir sungai agung.
Ouh derasnya gemricik cinta mengalun indah.
Tak henti-hentinya meluncur manis.
Dan Emßun-emßun pum mengerling dimatamu.
Menciptakan niagara,memßanjiri dalamnya lemßah hatiku.
Dan seßuah telaga telah menantimu, engkaupun terjeßur didalam jiwaku.

Kasih.
Memandangmu,
kulihat rangkaian pelangi melamßaiku menuruni ßukit.
Dan jiwaku seperti kupu-kupu.
Menuntunmu menyusuri taman hatimu.

Akhirnya pun kita sampai.
Di istanamu.
Indah.
Inilah surga.
Tempat dimana para ßidadari singgah dan ßermanja..

Aku lelah.
Engkau terkulai pasrah..
Kasih.
Reßahlah dipangkuanku.
Tidurlah dihatiku.
Hingga hangat senyum mentari,
menyamßutmu bahagia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH